Disaat aku terpuruk
dengan suasana yang membuat ku merasa malu untuk mengungkapkan bahwa dulu aku
begitu bodoh menyukai seseorang dalam diam, memikirkan bahwa aku harus
memilikkinya. Dan sekarang orang itu pergi meninggalkan ku, hati merasa sangat
sedih, tapi entah kenapa aku bertemu dengan seseorang yang lain, sesorang yang
perlahan membuatku bisa melupakan cinta sepihakku, seseorang yang membuatku
tertawa setiap harinya, seseorang yng memperhatikkanku walaupun hanya melalui
pesan singkat, dia orang baik, pria terbaik yang pernah aku temui.
Awal pertama kali aku
mengenal dirinya entah kenapa aku tidak merasakan hal apapun, tetapi setelah
berjalannya waktu perasaan rindu selalu
saja datang menghampiriku. Membuat diriku semngat menjalani kehidupan tanpa lelah
sedikitpun.
Tapi
ketika aku berpikir apa benar dia orang yang memang pantas untukku?, oh tidak
bukan dia tapi aku, apakah aku pantas untuknya?, menemani dia menjalani
hidupnya?, memperhatikan segala sesuatu yang dia butuhkan?, dan apakah aku
mampu membuatnya bahagia disisiku?.
Perasaan
takut kembali mengampiriku ketika aku memngingat kejadian dimana aku terlalu
mencintai seseorang tanpa tahu apakah dia juga mencintaiku, aku takut ini
adalah cinta sepihak, aku takut kejadian itu terulang lagi.
Tapi
dari hatiku yang paling dalam aku sangat mencintai pria itu, dan aku juga
berharap ini bukanlah cinta sepihak.
AYU
RATNA DEWI